Segmen Low MPV diprediksi akan semakin panas pada tahun depan. Setelah enam tahun mengandalkan generasi kedua yang diluncurkan sejak 2018, Suzuki Ertiga tampaknya sudah saatnya memasuki siklus pembaruan. Sebagai perbandingan, generasi pertama Ertiga yang hadir pada 2012 juga hanya bertahan enam tahun sebelum diganti model baru.
Kehadiran Ertiga generasi terbaru pun mulai menjadi perhatian besar di industri otomotif, apalagi persaingan di segmen Low MPV kini semakin agresif dengan hadirnya Toyota Veloz Hybrid. Sementara itu, Ertiga hanya dilengkapi teknologi mild hybrid yang lebih berfokus pada efisiensi bahan bakar, bukan sepenuhnya menggerakkan mobil dengan tenaga listrik.
Kombinasi faktor ini menjadi alasan kuat bagi Suzuki untuk segera memperbarui Ertiga agar tetap kompetitif di kelasnya. Saat dikonfirmasi mengenai rencana penyegaran Ertiga, Dony Ismi Saputra, Deputy of Sales & Marketing Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales, memberikan sinyal bahwa pihaknya tengah menyiapkan produk baru.
“Pertanyaannya kenapa yang diulik Grand Vitara, bukan Ertiga. Tahun ini fokus besar kami memang SUV,” ujar Dony di Tangerang, Jumat (21/11/2026). Ia menjelaskan, sepanjang tahun ini Suzuki telah menghadirkan SUV baru: Fronx pada Mei, XL7 Kuro pada Juli, dan Grand Vitara pada November. “Jadi tema besar tahun ini memang SUV. Nanti di tahun depan dan seterusnya pattern-nya mungkin akan berbeda,” kata Dony.
Pernyataan ini membuka peluang besar bahwa perubahan pattern tersebut bisa mengarah pada penyegaran produk LMPV, termasuk Ertiga, pada tahun depan. “Seperti diketahui, ketertarikan pasar terhadap SUV sedang naik. Fokus pemasaran kami mengikuti tren ini. Namun, ini bukan berarti kami tinggalkan Ertiga. Kami tetap melayani kebutuhan pelanggan Ertiga,” jelas Dony.
Jika mengikuti siklus hidup model dan ritme penyegaran produk Suzuki, kemunculan Ertiga generasi berikutnya pada 2026 sangat masuk akal. Terlebih, Suzuki telah menghabiskan seluruh agenda peluncuran SUV tahun ini, memberi indikasi bahwa arah pengembangan tahun depan akan berbeda dan berpotensi fokus pada segmen LMPV.
