Mobil bertransmisi otomatis dirancang dengan sistem perpindahan rasio percepatan yang bekerja secara mandiri di dalam transmisi. Hal ini membuat pengoperasiannya jauh lebih praktis dibandingkan mobil manual. Pengemudi tidak perlu memindahkan tuas transmisi saat kendaraan membutuhkan perubahan kecepatan, baik dari gigi rendah ke tinggi maupun sebaliknya.
Bahkan ketika mobil berhenti, sistem pada mobil matik mampu mengatur pemutusan tenaga mesin secara otomatis. Mesin tetap dapat berputar dalam kondisi stasioner tanpa memerlukan injakan pedal kopling seperti pada mobil manual.
Seorang pemilik bengkel spesialis mobil Eropa di wilayah Jawa Tengah menjelaskan bahwa secara teknis, transmisi otomatis memang dirancang untuk tetap aman saat kendaraan berhenti. Mesin akan terus berputar pada putaran rendah, sementara sistem transmisi menyesuaikan kondisi tersebut.
Namun, ia menyarankan agar pengemudi memindahkan tuas transmisi ke posisi netral apabila mobil berhenti dalam waktu yang cukup lama, misalnya saat terjebak kemacetan panjang atau berhenti lama di persimpangan. Pasalnya, membiarkan tuas tetap berada di posisi drive dalam kondisi berhenti dapat membuat suhu oli transmisi meningkat lebih cepat.
Kenaikan suhu tersebut, jika terjadi secara berulang, berpotensi memengaruhi usia pakai oli transmisi dalam jangka panjang. Meski sistemnya mampu menahan kondisi tersebut, kebiasaan memindahkan tuas ke netral dinilai lebih ramah bagi komponen transmisi.
Di sisi lain, praktisi otomotif lain menilai bahwa mobil matik modern saat ini telah mengalami banyak penyempurnaan. Bahkan transmisi otomatis konvensional kini sudah dibekali teknologi yang lebih kuat dan andal dibandingkan generasi sebelumnya.
Menurutnya, mobil matik tetap aman digunakan baik dengan posisi tuas di drive maupun dipindahkan ke netral saat kendaraan berhenti dan pedal rem diinjak. Tenaga mesin akan terputus secara alami melalui sistem kopling fluida, sehingga tidak menimbulkan tekanan berlebih pada transmisi.
Kondisi tersebut diibaratkan seperti mobil manual yang berhenti dengan gigi tetap masuk, namun kopling ditekan penuh. Sementara ketika tuas dipindahkan ke posisi netral, seluruh mekanisme kopling dalam transmisi berada dalam kondisi bebas, sehingga putaran mesin tidak diteruskan ke sistem penggerak.
Dengan demikian, pengemudi mobil matik tidak perlu terlalu khawatir ketika berhenti di lampu lalu lintas atau kemacetan. Baik memilih posisi drive maupun netral, keduanya tetap aman selama digunakan dengan benar dan sesuai kondisi lalu lintas.
