Kenaikan harga LPG nonsubsidi mulai April 2026 memicu kekhawatiran akan pergeseran konsumsi ke elpiji 3 kg yang bersubsidi. Selisih harga yang cukup jauh membuat sebagian masyarakat berpotensi beralih ke produk subsidi, meski sebenarnya tidak termasuk kelompok yang berhak. Kondisi ini berisiko mengganggu distribusi agar tetap tepat sasaran.
![]()
Pemerintah sendiri telah menetapkan aturan tegas mengenai siapa saja yang boleh dan tidak boleh menggunakan elpiji 3 kg. Kebijakan ini bertujuan agar subsidi energi benar-benar dinikmati oleh kelompok yang membutuhkan, bukan oleh kalangan yang mampu membeli produk nonsubsidi.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, terdapat sejumlah kelompok usaha dan profesi yang tidak diperbolehkan menggunakan elpiji 3 kg. Di antaranya adalah pelaku usaha skala lebih besar seperti restoran dan hotel, serta beberapa jenis usaha lain seperti jasa las, laundry, dan produksi tertentu. Selain itu, sektor pertanian dan peternakan di luar kriteria yang ditetapkan juga tidak termasuk penerima subsidi ini.
Tidak hanya pelaku usaha, kelompok aparatur juga masuk dalam kategori yang tidak diperkenankan menggunakan elpiji 3 kg di sejumlah daerah. Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari upaya memastikan distribusi subsidi lebih tepat dan tidak disalahgunakan.
Di sisi lain, penggunaan elpiji 3 kg hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu. Rumah tangga dengan kebutuhan dasar menjadi salah satu prioritas utama. Selain itu, pelaku usaha mikro yang masih berskala kecil juga termasuk dalam kategori yang berhak menerima subsidi ini.
Kelompok lain yang diperbolehkan adalah petani dengan skala lahan terbatas serta nelayan kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas harian. Kriteria ini dibuat untuk memastikan bahwa subsidi benar-benar membantu kegiatan ekonomi dasar masyarakat.
Dengan adanya pembatasan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih jenis energi yang digunakan. Penggunaan sesuai peruntukan tidak hanya membantu menjaga ketersediaan, tetapi juga memastikan bantuan pemerintah dapat dirasakan oleh kelompok yang paling membutuhkan.
