Polytron semakin serius menggarap segmen kendaraan listrik premium melalui kehadiran Fox 350. Model ini tampil dengan ukuran lebih besar serta desain yang lebih agresif dibanding pendahulunya, Fox R. Dari sisi penawaran, skema pembelian yang disediakan juga cukup menarik bagi konsumen yang ingin memiliki kendaraan listrik dengan cara bertahap.
![]()
Berdasarkan informasi harga untuk wilayah Jabodetabek, Polytron Fox 350 dibanderol sekitar Rp 22.500.000 on the road. Saat ini juga terdapat program potongan harga dari pihak produsen sebesar Rp 6,5 juta yang langsung mengurangi beban uang muka. Dengan skema ini, konsumen yang memilih uang muka terendah sekitar Rp 8,5 juta cukup membayar sekitar Rp 2 juta setelah potongan.
Bagi konsumen yang mencari cicilan lebih ringan, tersedia pilihan tenor panjang dengan skema yang cukup terjangkau. Dengan uang muka sekitar Rp 7,5 juta setelah penyesuaian, cicilan bulanan pada tenor 35 bulan berada di kisaran Rp 498.000 per bulan. Sementara untuk tenor lebih singkat, angsuran bisa berada di kisaran sekitar Rp 1 jutaan per bulan.
Rincian skema pembayaran lainnya antara lain sebagai berikut:
Uang muka Rp 2 juta
Tenor 11 bulan: sekitar Rp 1.685.000 per bulan
Tenor 23 bulan: sekitar Rp 962.000 per bulan
Tenor 35 bulan: sekitar Rp 751.000 per bulan
Uang muka Rp 3,5 juta
Tenor 11 bulan: sekitar Rp 1.522.000 per bulan
Tenor 23 bulan: sekitar Rp 871.000 per bulan
Tenor 35 bulan: sekitar Rp 682.000 per bulan
Uang muka Rp 7,5 juta
Tenor 11 bulan: sekitar Rp 1.088.000 per bulan
Tenor 23 bulan: sekitar Rp 630.000 per bulan
Tenor 35 bulan: sekitar Rp 498.000 per bulan
Selain penawaran pembiayaan, Fox 350 juga membawa sejumlah peningkatan dari sisi kenyamanan berkendara. Motor ini dirancang dengan ergonomi yang lebih baik sehingga tetap nyaman digunakan untuk pengendara dengan postur tubuh tinggi. Performa akselerasi juga terasa responsif berkat torsi besar yang membuat tarikan awal lebih instan, meski karakter pengereman membutuhkan penyesuaian bagi sebagian pengguna.
Dari sisi kepemilikan, model ini menggunakan skema biaya baterai bulanan sekitar Rp 200.000. Meski ada biaya tambahan tersebut, biaya penggunaan harian tergolong rendah. Jika dihitung secara keseluruhan, estimasi biaya operasional tahunan berada di kisaran Rp 3 jutaan, atau sekitar Rp 8.800 per hari. Angka ini membuatnya lebih hemat dibanding kendaraan berbahan bakar bensin di kelas sejenis.
