Banyak orang cenderung makan saat merasa tertekan atau cemas. Makan bisa terasa menenangkan, tetapi tidak semua jenis makanan memberikan efek yang sama. Beberapa makanan justru sebaiknya dihindari karena berpotensi meningkatkan tingkat stres.
Ahli gizi klinis, Kathryn Munder, menyebut bahwa makanan tinggi kalori namun rendah nutrisi dapat memicu stres dengan berbagai cara. Tubuh yang kekurangan nutrisi penting akan kesulitan menjalankan fungsi normalnya, sementara kandungan tambahan dalam makanan tidak sehat justru menambah beban tubuh.
Berikut empat jenis makanan yang sebaiknya dibatasi untuk menjaga keseimbangan emosional:
1. Gula tambahan dan karbohidrat olahan Kategori ini mencakup kue, biskuit, minuman manis, roti putih, dan pasta olahan. Konsumsi makanan ini dapat memicu lonjakan kadar gula darah yang cepat, memaksa tubuh bekerja keras untuk menstabilkannya. Fluktuasi gula darah ini dapat memengaruhi hormon kortisol, yang berperan pada stres. Efek domino ini membuat tubuh mudah mengalami kondisi "fight or flight" secara tidak sadar.
2. Kafein Kafein bisa memengaruhi stres dengan dua cara: memicu stimulasi berlebihan pada respons tubuh terhadap tekanan, dan berpotensi mengganggu kualitas tidur. Padahal, tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga keseimbangan stres. Jika tetap ingin mengonsumsi kafein, sebaiknya batasi jumlahnya dan hindari di waktu menjelang malam agar ritme tidur tetap optimal.
3. Makanan cepat saji Jenis makanan tinggi lemak trans ini memicu peradangan di tubuh dan menambah beban kerja sistem pencernaan serta metabolisme. Lemak trans sulit dipecah oleh tubuh, sehingga tidak langsung bisa digunakan sebagai energi, melainkan harus disimpan terlebih dahulu. Proses ini menambah kerja ekstra tubuh dan berpotensi meningkatkan ketegangan atau stres.
4. Makanan olahan Makanan olahan yang kaya gula tambahan dan bahan pengawet dapat membanjiri otak dengan glukosa berlebih. Kondisi ini dapat menimbulkan peradangan di otak, yang lama-kelamaan memengaruhi suasana hati dan menimbulkan kelelahan.
Kesimpulannya, memilih makanan sehat dan seimbang bukan hanya baik untuk fisik, tetapi juga penting untuk menjaga kestabilan emosional. Membatasi konsumsi gula, kafein, makanan cepat saji, dan makanan olahan bisa membantu menekan stres sehari-hari dan menjaga energi tubuh tetap optimal.
